Blogger templates

Popular posts

Batan : Tak Ada Radiasi Tanah di Sawah Crop Circle Sleman

Sleman - Crop circle di Sleman juga membuat Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengutus stafnya ke TKP untuk meneliti. Hasil sementara staf Batan menunjukkan, tidak ditemukan adanya radiasi di sawah. Kadar radiasi itu normal seperti biasanya.

"Untuk kesimpulan sementara tidak ada anomali pada tanah persawahan. Dalam artian semuanya normal seperti biasa, dan dari kadar radiasi tanah untuk kesimpulan sementara masih seperti biasa, dalam artian tidak ada radiasi," ujar Kabid Keselamatan dan Kesehatan Batan Yogyakarta M Yasid dari Batan Yogyakarta, di lokasi kejadian, Selasa (25/1/2011).

Menurut Yasid, pihaknya juga tidak menyimpulkan apa pun terkait fenomena yang diyakini sebagian masyarakat sebagai jejak UFO. "Kami tidak menyimpulkan apa pun terkait dengan fenomena itu," kata Yasid.

Yasid menambahkan, padi di sawah crop circle itu masih bisa dikonsumsi seperti biasa. Karena tidak ada radiasi tanah yang tinggi.

"Padi masih bisa dikonsumsi biasa, karena tidak ada radiasi yang tinggi di dalam tanah. Tapi hasil ini masih sementara, nanti tim Batan akan kroscek data dari Bapeten," kata Yasid.

Pihak Batan Yogyakarta mengutus Yasid dan 2 rekannya. Mereka turun ke lokasi melewati garis polisi untuk memeriksa kadar radiasi tanah di sawah itu.

Mereka mengambil sampel tanah di daerah persawahan itu, mengamati sekaligus mengukur kadar radioaktif tanahnya.

Selain Batan, ada juga 2 anggota Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan) yang datang ke lokasi sawah. Mereka juga mengukur kadar radiasi tanah.

Di sawah itu juga ada 2 petugas PLN yang datang memeriksa SUTET. Petugas itu mengaku hanya memeriksa kelistrikan secara berkala. Tindakan mereka ini sempat diperingatkan polisi karena polisi tidak tahu. Namun akhirnya polisi membolehkan petugas PLN untuk mengecek listrik di SUTET itu.
sumber : detikNews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar